KELOMPOK TANI TERNAK KAMBING PE ”KARYA MAKMUR” TERUS BERPACU MENINGKATKAN PRESTASI

Oleh :
Pararto Wicaksono, SP
Balai Besar Pelatihan Peternakan – Batu

Bagi warga Wonorejo – Lawang pastilah sudah tak asing lagi dengan nama Kelompok Tani Ternak Kambing PE Karya Makmur, satu-satunya kelompok peternak kambing PE yang beralamat di Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Pada Tahun 2009, kelompok ini terpilih menjadi salah satu dari beberapa kelompok peternak yang ada di Jawa Timur yang menerima bantuan Pemuda Membangun Desa (PMD) dari Direktorat Jenderal Peternakan yang berupa fasilitasi kelembagaan dan teknis manajemen agribisnis ternak kambing PE.

Kelompok Karya Makmur ini pertama kali berdiri pada tanggal 16 September 2005 yang bertujuan untuk mengangkat perekonomian masyarakat diperdesaan yang berlahan kering sebagai usaha sampingan dan juga meningkatkan SDM peternak kambing PE. Karena lokasi rumah peternak yang saling berjauhan sehingga kelompok ini dibagi menjadi 2 yaitu Karya Makmur I yang diketuai oleh Bapak Karno dan Karya Makmur II yang diketuai oleh Bapak Dadang.


Akhir tahun 2007 dan awal tahun 2008, untuk lebih memperkuat manajemen kelompok dan mengantisipasi perbedaan yang tidak kondusif antar kedua anggota kelompok kemudian dileburlah menjadi satu yaitu Kelompok Karya Makmur. Tujuan lain peleburan kelompok adalah untuk lebih meningkatkan kinerja dan menguatkan kelompok dalam manajemen pemasaran produk susu dan produk-produk pengolahan hasil pertanian melalui satu kelembagaan, dimana ketua kelompoknya adalah Bapak Karno. 

Berbagai faktor pendorong yang mendukung pembentukan kelompok ini adalah lokasi yang cukup baik guna memenuhi bahan baku pakan ternak, hal ini karena berdekatan dengan lahan Perkebunan Teh PTPN XI Wonosari dimana manajemen perusahaan memperbolehkan peternak menanami lahan yang tidak terpakai untuk ditanami hijauan pakan ternak, dan berdekatan dengan lahan Departemen Kehutanan di lereng Gunung Arjuno yang diijinkan untuk digunakan sebagai lahan hijaun pakan ternak, serta lingkungan yang menunjang karena sebagian masyarakat desa melakukan usaha peternakan kambing perah.

Secara ekonomi dengan melihat faktor tersebut diatas usaha peternakan yang telah dijalankan oleh kelompok ini dapat dijadikan sebagai penghasilan tetap atau wirausaha sehingga harapan untuk meningkatkan taraf hidup anggota kelompok pada umumnya dan para peternak pada khusunya bisa tercapai.

Perkembangan selanjutnya, kelompok ini membentuk koperasi walaupun belum berbadan hukum dengan tujuan supaya lebih mandiri dan berdikari (berdiri diatas kaki sendiri) untuk bersaing secara sehat antar anggota kelompok. Tujuan lainnya adalah pemasaran produk-produk hasil ternak seperti susu kambing dan pengolahan pertanian seperti kripik pisang, kripik ketela melalui satu pintu. Sifat koperasi bagi anggotanya adalah mengikat tetapi tidak memaksa serta luwes atau fleksibel, Hal ini berarti peternak yang sudah masuk bersifat terikat . Syarat untuk menjadi anggota sangat mudah dan hanya 3 syarat yaitu : 1. mempunyai kandang yang memenuhi syarat pemeliharaan, 2. mempunyai lahan rumput sebagai upaya untuk menekan pengambilan rumput dari lahan anggota lain, dan 3. niat untuk menjadi peternak. Keanggotaan kelompok Karya Makmur pada tahun 2009 sebanyak 45 orang dengan masing-masing anggota memiliki jumlah ternak sebanyak 20 ekor.

Dengan menghitung nilai ekonomi yang digunakan, sumberdaya manusia, dan iklim yang mendukung perkembangan sub sektor pertanian-peternakan, maka dimanfaatkanlah dana fasilitasi PMD dengan mengembangkan  Agrowisata Peternakan sebagai Agribisnis Sentra Kambing Perah yang bersifat Integrated Farming System dimana selain terdapat peternakan Kambing PE sebagai usaha utama dan juga lahan Hijauan Pakan Ternak serta tempat peristirahatan/gazebo bagi wisatawan yang ingin menikmati dinginnya lereng Gunung Arjuno sambil minum susu kambing.

Perkembangan selanjutnya kemudian kelompok ini membentuk koperasi yang bertujuan supaya lebih mandiri dan berdikari (berdiri diatas kaki sendiri) untuk bersaing secara sehat dengan satu pintu untuk pemasaran dan pembinaan, mengikat bagi anggota tetapi tidak memaksa serta luwes atau fleksibel bagi para anggotanya.   Syarat untuk menjadi anggota sangat mudah dan hanya 3 syarat yaitu : 1. mempunyai kandang yang memenuhi syarat pemeliharaan, 2. mempunyai lahan rumput sebagai upaya untuk menekan pengambilan rumput dari lahan anggota lain, dan 3. niat untuk menjadi peternak. Keanggotaan kelompok Karya Makmur pada tahun 2009 sebanyak 45 orang dengan masing-masing anggota memiliki jumlah ternak sebanyak 20 ekor.

Produk yang dihasilkan dari susu kambing perah adalah susu pasteurisasi kambing, sabun kambing, susu kental manis, kefir susu kambing dimana pemasarannya adalah Sidoarjo, Surabaya, Malang Raya, Bali. Harga susu kambing dari kandang peternak adalah Rp 10.000,- dengan harga eceran tertinggi penjualan antara Rp 15.000,- s.d Rp 20.000,-.

Prestasi yang pernah diperoleh adalah kelompok ini sebagai acuan untuk sentral kambing PE oleh Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Peternakan Kabupaten Malang. Juara II lomba Kambing PE se Kabupaten Malang, mengikuti lomba Nasional Kambing Perah di Sendang Kabupaten Tulungagung Tahun 2005.

Keunggulan-keunggulan yang dimiliki adalah :

  1. Luasan lahan untuk pengelolaan ternak dan hijauan pakan ternak serta jumlah ternak yang mendukung usaha kelompok,
  2. Bibit yang digunakan sebagai produksi adalah Perakan Etawah,
  3. Jumlah anggota kelompok peternak yang cukup banyak,
  4. Produksi susu yang mencukupi ± 30 liter/hari,
  5. Pemasaran Produksi susu sudah menyabar baik di Jawa Timur dan Bali.
  6. Produksi susu yang dihasilkan pernah menjadi sajian tamu Studi Banding dari Provinsi Mataram dan Sulawesi Selatan.

Beberapa permasalahan yang sering dihadapi oleh kelompok dalam usaha peternakan kambing PE adalah :

  1. Kurangnya peran serta penyuluh peternakan dalam transfer ilmu dan teknologi ke kelompok,
  2. Peran serta Dinas Peternakan setempat belum maksimal dalam pembinaan kelompok, sehingga kelompok belum pernah diikutkan pelatihan dan magang mengenai manajemen dan agribisnis peternakan kambing PE,
  3. Perlunya jaringan pemasaran yang lebih luas dalam memasarkan produk-produk yang telah dihasilkan.
About these ads
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s