Semangat Pagi

Yang membuatkan kita kuat adalah Doa

Yang membuatkan kita dewasa adalah Masalah

Yang membuatkan kita maju adalah Usaha Keras

Yang membuatkan kita hancur adalah Putus Asa

Yang membuatkan kita semangat adalah Harapan dan Impian

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Menjadi Wirausaha, sebuah Harapan dan Tantangan

Oleh :
Pararto Wicaksono, SP
Balai Besar Pelatihan Peternakan – Batu

Mungkin kita pernah mendengar bahwa keluarga yang kaya akan memunculkan anak-anak yang kaya karena mereka terbiasa kaya. Begitu pula ada yang menganggap bahwa seseorang menjadi pengusaha karena memang bapak ibunya, kakek-neneknya, dan sebagian besar keluarganya adalah keturunan pengusaha. Anggapan seperti ini merupakan pemikiran yang keliru. Tidak bisa dipungkiri memang, ada banyak pengusaha yang lahir dari keluarga atau keturunan pengusaha. Tetapi bukan berarti diturunkan secara genetis. Mungkin hal ini terjadi karena aspek lingkungan pengusaha yang cukup kuat mempengaruhi jiwa orang tersebut untuk menjadi pengusaha. Menjadi seorang wirausaha (entrepreneur) tentu saja merupakan hak azasi semua orang. Jangan karena mentang-mentang kita tidak punya turunan pengusaha sehingga menutup peluang untuk menjadi wirausaha.

Langkah awal yang kita lakukan apabila berminat terjun ke dunia wirausaha adalah menumbuhkan jiwa kewirausahaan di diri kita. Banyak cara yang dapat dilakukan misalnya:

1. Melalui pendidikan formal. Kini berbagai lembaga pendidikan baik menengah maupun tinggi menyajikan berbagai program atau paling tidak mata kuliah kewirausahaan;

2. Melalui seminar-seminar kewirausahaan. Berbagai seminar kewirausahaan seringkali diselenggarakan dengan mengundang pakar dan praktisi kewirausahaan sehingga melalui media ini kita akan membangun jiwa kewirausahaan di diri kita;

3. Melalui Diklat. Berbagai simulasi usaha biasanya diberikan melalui diklat, baik yang dilakukan dalam ruangan (indoor) maupun di luar ruangan (outdoor). Melalui diklat ini, keberanian dan kepekaan kita terhadap dinamika perubahan lingkungan akan diuji dan selalu diperbaiki dan dikembangkan;

4. Otodidak. Melalui berbagai media kita bisa menumbuhkan semangat berwirausaha. Misalnya melalui biografi pengusaha sukses (success story), media televisi, radio majalah koran dan berbagai media yang dapat kita akses untuk menumbuhkembangkan jiwa wirausaha yang ada di diri kita. Melalui berbagai media tersebut ternyata setiap orang dapat mempelajari dan menumbuhkan jiwa wirausaha. Aspek-aspek kejiwaan apa saja yang mencirikan bahwa seseorang dikatakan mempunyai jiwa wirausaha ?

Untuk membahas lebih lanjut mengenai pertanyaan tersebut, penulis akan mencoba membahas pendapat Suryana (2003) bahwa orang-orang yang memiliki jiwa dan sikap kewirausahaan yaitu :

a. Percaya diri (yakin, optimis dan penuh komitmen)

Percaya diri dalam menentukan sesuatu, percaya diri dalam menjalankan sesuatu, percaya diri bahwa kita dapat mengatasi berbagai resiko yang dihadapi merupakan faktor yang mendasar yang harus dimiliki oleh wirausaha. Seseorang yang memiliki jiwa wirausaha merasa yakin bahwa segala sesuatu yang diperbuatnya akan berhasil walaupun akan menghadapi berbagai rintangan. Tidak selalu dihantui rasa takut akan kegagalan sehingga membuat dirinya optimis untuk terus maju.

b. Berinisiatif (energik dan percaya diri)

Sikap menunggu sesuatu yang tidak pasti merupakan sesuatu yang paling dibenci oleh seseorang yang memiliki jiwa wirausaha. Dalam menghadapi dinamisnya kehidupan yang penuh dengan perubahan dan persoalan yang dihadapi, seorang wirausaha akan selalu berusaha mencari jalan keluar. Mereka tidak ingin hidupnya digantungkan pada lingkungan, sehingga akan terus berupaya mencari jalan keluarnya.

c. Memiliki motif berprestasi (berorientasi hasil dan berwawasan ke depan)

Berbagai target demi mencapai sukses dalam kehidupan biasanya selalu dirancang oleh seorang wirausaha. Satu demi satu targetnya terus mereka raih. Bila dihadapkan pada kondisi gagal, mereka akan terus berupaya kembali memperbaiki kegagalan yang dialaminya. Keberhasilan demi keberhasilan yang diraih oleh seseorang yang berjiwa entrepreneur menjadikannya pemicu untuk terus meraih sukses dalam hidupnya. Bagi mereka masa depan adalah kesuksesan adalah keindahan yang harus dicapai dalam hidupnya.

d. Memiliki jiwa kepemimpinan (berani tampil berbeda dan berani mengambilresiko dengan penuh perhitungan)

Leadership atau kepemimpinan merupakan faktor kunci menjadi wirausahawan sukses. Berani tampil ke depan menghadapi sesuatu yang baru walaupun penuh resiko. Keberanian ini tentunya dilandasi perhitungan yang rasional. Seorang yang takut untuk tampil memimpin dan selalu melemparkan tanggung jawab kepada orang lain, akan sulit meraih sukses dalam berwirausaha. Sifat-sifat tidak percaya diri, minder, malu yang berlebihan, takut salah dan merasa rendah diri adalah sifat-sifat yang harus ditinggalkan dan dibuang jauh-jauh dari diri kita apabila ingin meraih sukses dalam berwirausaha.

e. Suka tantangan

Kita mungkin sering membaca atau menyaksikan beberapa kasus mundurnya seorang manajer atau eksekutif dari suatu perusahaan. Apa yang menyebabkan mereka hengkang dari perusahaannya dan meninggalkan kemapanan sebagai seorang manajer? Sebagian dari mereka ternyata merasa jenuh terus menerus mengemban tugas rutin yang entah kapan berakhirnya. Mereka membutuhkan kehidupan yang lebih dinamis yang selama ini belim mereka dapatkan di perusahaan tempat mereka bekerja. Akhirnya mereka menelusuri aktivitas seperti apakah yang dapat memuaskan kebutuhan mereka akan tantangan ? “Berwirausaha” ternyata menjadi pilihan sebagian besar manajer yang sengaja keluar dari kemapanannya di perusahaan. Mengapa “wirausaha?” Ternyata begitu banyak variasi pekerjaan dan perubahan yang sangat menantang dalam dunia wirausaha.

Diakhir tulisan ini, semoga Tuhan Yang Kuasa selalu memberikan kemudahan, kesuksesan, kesehatan, keselamatan dan kesabaran kepada kita semua. Amiin…

Sumber :
Suryana. 2003. Kewirausahaan: Pedoman Praktis, Kiat dan Proses Menuju Sukses. Jakarta: Salemba Empat

Posted in Uncategorized | Leave a comment

KELOMPOK TANI TERNAK KAMBING PE ”KARYA MAKMUR” TERUS BERPACU MENINGKATKAN PRESTASI

Oleh :
Pararto Wicaksono, SP
Balai Besar Pelatihan Peternakan – Batu

Bagi warga Wonorejo – Lawang pastilah sudah tak asing lagi dengan nama Kelompok Tani Ternak Kambing PE Karya Makmur, satu-satunya kelompok peternak kambing PE yang beralamat di Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Pada Tahun 2009, kelompok ini terpilih menjadi salah satu dari beberapa kelompok peternak yang ada di Jawa Timur yang menerima bantuan Pemuda Membangun Desa (PMD) dari Direktorat Jenderal Peternakan yang berupa fasilitasi kelembagaan dan teknis manajemen agribisnis ternak kambing PE.

Kelompok Karya Makmur ini pertama kali berdiri pada tanggal 16 September 2005 yang bertujuan untuk mengangkat perekonomian masyarakat diperdesaan yang berlahan kering sebagai usaha sampingan dan juga meningkatkan SDM peternak kambing PE. Karena lokasi rumah peternak yang saling berjauhan sehingga kelompok ini dibagi menjadi 2 yaitu Karya Makmur I yang diketuai oleh Bapak Karno dan Karya Makmur II yang diketuai oleh Bapak Dadang.


Akhir tahun 2007 dan awal tahun 2008, untuk lebih memperkuat manajemen kelompok dan mengantisipasi perbedaan yang tidak kondusif antar kedua anggota kelompok kemudian dileburlah menjadi satu yaitu Kelompok Karya Makmur. Tujuan lain peleburan kelompok adalah untuk lebih meningkatkan kinerja dan menguatkan kelompok dalam manajemen pemasaran produk susu dan produk-produk pengolahan hasil pertanian melalui satu kelembagaan, dimana ketua kelompoknya adalah Bapak Karno. 

Berbagai faktor pendorong yang mendukung pembentukan kelompok ini adalah lokasi yang cukup baik guna memenuhi bahan baku pakan ternak, hal ini karena berdekatan dengan lahan Perkebunan Teh PTPN XI Wonosari dimana manajemen perusahaan memperbolehkan peternak menanami lahan yang tidak terpakai untuk ditanami hijauan pakan ternak, dan berdekatan dengan lahan Departemen Kehutanan di lereng Gunung Arjuno yang diijinkan untuk digunakan sebagai lahan hijaun pakan ternak, serta lingkungan yang menunjang karena sebagian masyarakat desa melakukan usaha peternakan kambing perah.

Secara ekonomi dengan melihat faktor tersebut diatas usaha peternakan yang telah dijalankan oleh kelompok ini dapat dijadikan sebagai penghasilan tetap atau wirausaha sehingga harapan untuk meningkatkan taraf hidup anggota kelompok pada umumnya dan para peternak pada khusunya bisa tercapai.

Perkembangan selanjutnya, kelompok ini membentuk koperasi walaupun belum berbadan hukum dengan tujuan supaya lebih mandiri dan berdikari (berdiri diatas kaki sendiri) untuk bersaing secara sehat antar anggota kelompok. Tujuan lainnya adalah pemasaran produk-produk hasil ternak seperti susu kambing dan pengolahan pertanian seperti kripik pisang, kripik ketela melalui satu pintu. Sifat koperasi bagi anggotanya adalah mengikat tetapi tidak memaksa serta luwes atau fleksibel, Hal ini berarti peternak yang sudah masuk bersifat terikat . Syarat untuk menjadi anggota sangat mudah dan hanya 3 syarat yaitu : 1. mempunyai kandang yang memenuhi syarat pemeliharaan, 2. mempunyai lahan rumput sebagai upaya untuk menekan pengambilan rumput dari lahan anggota lain, dan 3. niat untuk menjadi peternak. Keanggotaan kelompok Karya Makmur pada tahun 2009 sebanyak 45 orang dengan masing-masing anggota memiliki jumlah ternak sebanyak 20 ekor.

Dengan menghitung nilai ekonomi yang digunakan, sumberdaya manusia, dan iklim yang mendukung perkembangan sub sektor pertanian-peternakan, maka dimanfaatkanlah dana fasilitasi PMD dengan mengembangkan  Agrowisata Peternakan sebagai Agribisnis Sentra Kambing Perah yang bersifat Integrated Farming System dimana selain terdapat peternakan Kambing PE sebagai usaha utama dan juga lahan Hijauan Pakan Ternak serta tempat peristirahatan/gazebo bagi wisatawan yang ingin menikmati dinginnya lereng Gunung Arjuno sambil minum susu kambing.

Perkembangan selanjutnya kemudian kelompok ini membentuk koperasi yang bertujuan supaya lebih mandiri dan berdikari (berdiri diatas kaki sendiri) untuk bersaing secara sehat dengan satu pintu untuk pemasaran dan pembinaan, mengikat bagi anggota tetapi tidak memaksa serta luwes atau fleksibel bagi para anggotanya.   Syarat untuk menjadi anggota sangat mudah dan hanya 3 syarat yaitu : 1. mempunyai kandang yang memenuhi syarat pemeliharaan, 2. mempunyai lahan rumput sebagai upaya untuk menekan pengambilan rumput dari lahan anggota lain, dan 3. niat untuk menjadi peternak. Keanggotaan kelompok Karya Makmur pada tahun 2009 sebanyak 45 orang dengan masing-masing anggota memiliki jumlah ternak sebanyak 20 ekor.

Produk yang dihasilkan dari susu kambing perah adalah susu pasteurisasi kambing, sabun kambing, susu kental manis, kefir susu kambing dimana pemasarannya adalah Sidoarjo, Surabaya, Malang Raya, Bali. Harga susu kambing dari kandang peternak adalah Rp 10.000,- dengan harga eceran tertinggi penjualan antara Rp 15.000,- s.d Rp 20.000,-.

Prestasi yang pernah diperoleh adalah kelompok ini sebagai acuan untuk sentral kambing PE oleh Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Peternakan Kabupaten Malang. Juara II lomba Kambing PE se Kabupaten Malang, mengikuti lomba Nasional Kambing Perah di Sendang Kabupaten Tulungagung Tahun 2005.

Keunggulan-keunggulan yang dimiliki adalah :

  1. Luasan lahan untuk pengelolaan ternak dan hijauan pakan ternak serta jumlah ternak yang mendukung usaha kelompok,
  2. Bibit yang digunakan sebagai produksi adalah Perakan Etawah,
  3. Jumlah anggota kelompok peternak yang cukup banyak,
  4. Produksi susu yang mencukupi ± 30 liter/hari,
  5. Pemasaran Produksi susu sudah menyabar baik di Jawa Timur dan Bali.
  6. Produksi susu yang dihasilkan pernah menjadi sajian tamu Studi Banding dari Provinsi Mataram dan Sulawesi Selatan.

Beberapa permasalahan yang sering dihadapi oleh kelompok dalam usaha peternakan kambing PE adalah :

  1. Kurangnya peran serta penyuluh peternakan dalam transfer ilmu dan teknologi ke kelompok,
  2. Peran serta Dinas Peternakan setempat belum maksimal dalam pembinaan kelompok, sehingga kelompok belum pernah diikutkan pelatihan dan magang mengenai manajemen dan agribisnis peternakan kambing PE,
  3. Perlunya jaringan pemasaran yang lebih luas dalam memasarkan produk-produk yang telah dihasilkan.
Posted in Uncategorized | Leave a comment

PENGGEMUKAN SAPI POTONG

Oleh :
Pararto Wicaksono, SP
Balai Besar Pelatihan Peternakan – Batu

1. Pendahuluan
Jenis-jenis sapi potong di Indonesia cukup beragam, baik dari jenis lokal atau dari luar negeri , misalnnya : Sapi Bali, Sapi Madura, Sapi Ongole (Sumba Ongole dan Peranakan Ongole), Sapi Brahman, Sapi (Abeerden) Angus, Sapi Limousin, Sapi Brangus (persilangan Abeerden Angus dengan Brahman), Sapi Simental, dan lain sebagainya. Sapi sapi tersebut mempunyai karakteristik dan ciri-ciri tertentu.
Pada umumnya, sapi potong/pedaging mempunyai syarat-syarat atau ciri-ciri sebagai berikut : bentuk tubuh padat, dalam dan lebar, kaki pendek dan kekar, leher dan bahu tebal, kepala pendek dan dahinya lebar, punggung dan pinggang lebar, dan dada lebar.
Untuk pemilihan sapi bakalan yang akan digemukkan perlu diperhatikan beberapa hal sebagaia berikut : umumnya berkelamin jantan, berumur 2 – 2,5 tahun atau 2 pasang giginya sudah tanggal (poẻl). Bobot badan antara 250-3000 kg, berdada lebar, berdada lebar, berkulit licin atau klimis, tulang atau rangka tubuh besar, gelambir leher pendek, bentuk tubuh proporsional (empat persegi panjang yang serasi), posisi kaki dan badan saat berdiri tegap, sehat, tidak cacat, tanduk kecil atau pendek (tidak terlalu besar).

2. Pemeliharaan
     a. Perkandangan
Kandang dapat dibuat dengan menyesuaikan kondisi, baik jenis/model, bahan atau ukurannya. Secara umum untuk usaha pemeliharaan sapi potong, kandang mempunyai persyaratan sebagai berikut : membenri kenyamana bagi sapi yang digemukkan; memenuhi persyaratan kesehatan bagi sapi; memiliki ventilasi dan sirkulasi/pertukaran udara yang sempurna, termasuk sinar matahari; mudah dibersihkan; memberi kemudahan bagin peternak atau pekerja dalam melaksanakan pekerjaanya (misal untuk memberi pakan atau membersihkan kandang, dan lain sebagainya); bahan–bahan kandang tahan lama dan kuat dan biaya yang relatif murah.

b. Pakan
Pakan utama sapi adalah hijauan baik itu jenis rumput-rumputan atau jerami. Hijauan pakan ternak sebagai pakan utama sapi ada 4 (empat) jenis, yaitu hijauan segar, hijauan kering, rambanan, limbah pertanian (berdasarkan urutan mutu kandungan gizinya). Hijauan segar ini dapaat dperoleh dari lapangan (ngarit) atau dari lahan rumput (rumput produksi).
Contoh rumput produksi adalah rumput gajah yang mempunyaai bermacam-macam varietas. Rumput ini memiliki kelebhan antara lain produksi bisa mencapai 250 ton/Ha/tahun, kadar protein cukup tinggi, agak tahan kering dan disukai ternak.
Penanaman rumput ini biasaanya secara vegetatif yaitu menggunakan sobekan rumpun (pols) dan batang (stek). Dipilih yang sudahb tua (lebih dari 2 bulan), minimal 2 ruas batang.
Pemeliharaan meliputi penyulaman dan pemupukan dengan dosis 600 kg/ha setiap panen. Rumput dapat dipotong setelah umur 50 hari.
Rambanan atau leguminosa sangat beragam antara lain daun lamtoro, daun turi, kaliandra, dan gamal. Biasanya penggunaannya tidak terlalau banyak, hanaya sebagaia campuran saja.
Limbah pertanian juga bermacam-macam, yang paling sering digunakan misalnya jerami padi, tebon, pucuk tebu, daun singkong, dan daun kacang. Untuk jerami padi yang mempunyai kandungan gizi rendah dan sulit dicernaa, diperlukan penanganan khusus agar bisa dimanfaatkan oleh ternak. Caranya adalah dengan amoniasi/ureasi jerami padi, yaitu dengan menamabahkan pupuk urea dengana dosiis tertentu pada jerami, setelah jangka waktu tertentu (minimal 14 hari) akan diperoleh struktur jerami yang lebih lemasdan disukai ternak.
Untuk mendapatkan pertumbuhan yang baik ditambahkan konsentrat atau makanan penguat. Tujuan dari penambahan konsentrat ini adalah untuk meningkatkan gizi dari hijauan yang dimakan ternak.
Secara umum, konsentrat ada dua macam yaitu : konsentrat sebagai sumber energi. Sebagai contoh adalah dedak padi/katul, pollard, singkong, onggok (limbah industri tapioka), jagung, dan lain sebagainya. Kedua adalah konsentrat sebagai sumber protein. Sebagai contoh adalah : ampas tahu, kulit ari kedelai, kulit kacang, bungkil kedelai, bungkil kacang, tepung ikan, tepung daging, dan tepung darah.
Pada sapi yang digemukkan, makanan yang diberikan bertujuan untuk membentuk daging dan lemak dalam daging sehingga konsentrat yang digunakan harus mengandung energi/karbohidrat dan protein yang banyak.
Biasanya perbandingan hijauan dan konsentrat untuk sapi potong adalah 80% hijauan dan 20% konsentrat. Yang dimaksudkan disini adalah 80% energi + protein dari hijauan dan 20% dari konsentrat. Susunan pakan yangt digunakan dapat disesuaikan dengan ketersediaan bahan pakan yang ada di daerah dan mempertimbangkan juga harga/nilai ekonomis.
Kebutuhan air minum untuk sapi 30 liter/hari terutama di musim kemarau air bersih harus selalu tersedia, air minum bisa diberikan 2 kali 2 kali sehari baik dengan dicampur konsentrat (combor) atau tanpa campuran.
Contoh susunan pakan untuk sapi potong adalah sebagai berikut :
1. Diketahui Bobot Badan (BB) sapi bakalan 400 kg, dibutuhkan pakan 10% BB = 40 kg, diperoleh dari : 35 kg rumput; 3 kg dedak halus/katul; 2 kg ampas tahu. Pertambahan Bobot Badan (BB) minimal yang diharapkan adalah 0,8 kg/hari.
2. Berdasarkan pengalaman, sapi dengan BB 500 kg yang digemukkan dengan target Pertambahan Bobot Badan (PBB) 40 – 50 kg/bulan atau 1,3 – 1,6 kg/hari bisa diperoleh dengan pemberian pakan dengan susunan sebagai berikut : rumput gajah 40 kg; jerami 12 kg; tetes 0,8 kg; dedak halus 4 kg dan pollard 1 kg.
Untuk mengetahui PBB yang diharapkan, apabila tidak memiliki timbangan, peternak bisa menggunakan perkiraan bobot badan yang diperoleh dengan cara menggunakan pita ukur (meteran) yaitu dengan mengukur Lingkar dada (LD) dan Panjang Badan (PB) sapi. Rumus yang digunakan antara lain : menurut R. Scroll : (LD cm + 22)2 : 100. Sedangkan menurut R. Joy : LD2 cm + PB cm : 10400

3. Kesehatan
Ternak yang dipelihara untuk tujuan apapun harus diperhatikan kesehatannya agar tidak terjangkit penyakit. Penyakit ternak ada 3 golongan yaitu :
a. Penyakit parasit (misalnya : cacing, kutu, caplak)
b. Penyakit menular
c. Penyakit tidak menular
Untuk menghindari timbulnya penyakit, dapat dilakukan dengan tindakan pencegahan seperti :
a. Menghindari genangan air kotor dalam kandang;
b. Segera memisahkan sapi yang sakit dari sapi yang sehat;
c. Mengadakan pembersihan kandang dan alat kandang secara teratur;
d. Segera mengobati luka pada ternak dengan desinfektan (misalnya betadine, poridoniodine, dll)
e. Menghubungi dinas peternakan atau dokter hewan untuk mendapat petunjuk.
Adapun ciri-ciri ternak yang sehat antara lain:
a. Waspada atau tanggap;
b. Nafas normal 12 – 16 kali bernafas/menit;
c. Suhu tubuh +39o C
d. Detak jantung 45 detak/menit;
e. Nafsu makan baik (dokoh);
f. Berak dan kencing normal;
g. Bergerak/bergaul normal dengan kawan-kawannya.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Rumput Gajah Primadona Bagi Ternak

Oleh :
Pararto Wicaksono, SP
Balai Besar Pelatihan Peternakan – Batu          

 

Untuk mendukung ketersediaan hijauan pakan ternak perlu dipersiapkan lahan rumput sebagai sumber hijauan. Jenis-jenis rumput yang dapat dibudidayakan ada bermacam-macam. Saat ini yang paling banyak dipilih adalah jenis rumput gajah (Pennisetum purpurium) dengan berbagai macaam varietasnya. Rumput yang dipilih tentu saja merupakan jenis rumput yang tinggi produksinya.

          Rumput gajah mempunyai kelebihan antara lain produksi tinggi, dapat mencapai 250 ton/ha/thn dengan kadar protein cukup tinggi, lebih tahan kering dan disukai oleh ternak.
            Rumput gajah mempunyai banyak varietas antara lain varietas Afrika, Hawai, Capricorn, Raja/King Grass, Lampung, Taiwan, dan lain sebagainya.
            Dalam budidaya rumput gajah ini, yang perlu dipersiapkan tahapan-tahapannya adalah sebagai berikut :
1. Persiapan Lahan
Tanaman pakan ternak menghendaki tanah yang gembur dan subur. Tanah yang miskin hara sebaiknya dipupuk terlebih dahulu dengan pupuk kandang. Waktu pengolahan/persiapan lahan sebaiknya pada akhir musim kemarau menjelang musim penghujan.
2. Pengolahan Tanah
Pada tahapan ini yang dilakukan adalah melakukan pembersihan, pembajakan dan penggaruan untuk menggemburkan tanah. Pembersihan dilakukan terhadap pohon-pohonan semak belukar dan alang-alang. Untuk pohon dapat disisakan pada lajur tertentu sebagai peneduh dan penahan kelembaban.
3. Penanaman
Penanaman bibit rumput gajah dapat melalui biji, sobekan rumpun (pols) batang atau stek. Penanaman yang lebih mudah melalui sobekan rumpun dan stek. Pada penggunaan sobekan rumpun dapat diambil 3 – 4 akar rumpun yang ukurannya tidak terlalu kecil. Jarak tanam yang ideal adalah 30 X 50 cm. Apabila batang/stek yang digunakan maka harus dipilih umur batang yang cukup tua (sekitar 2 bulan) dengan jumlah mata ruas 2- 3 buah. Jarak tanam yang dianjurkan adalah 30 x 30 cm dengan posisi batang ditancapkan miring 30˚ untuk mempermudah pertumbuhan akar. Pemupukan dapat dilakukan pada saat umur rumput 2 – 3 minggu menggunakan pupuk Urea dan KCl. Pemupukan berikutnya terus diulang pada umur yang sama setiap kali selesai panen. Dosis pupuk urea yang disarankan  adalah 500 kg/ha.
4. Pemeliharaan
Pemeliharaan berkala dapat dilakukan dengan penyulaman dan penyiangan atau merapikan rumpun yang tumbuh subur di luar jalur tanam. Pengairan dapat dilakukan sebelum pemupukan pada saat kondisi lahan terlalu kering.
5. Pemanenan/pemotongan
Rumput gajah dapat dipanen pada umur 40 hari atau sebelum rumput berbunga. Umumnya pada umur lebih dari 50 hari, rumput akan mulai berbunga dan mengeras batangnya, hal ini harus dihindari karena dapat menurunkan nilai gizi dari rumput yang aan dikonsumsi ternak. Pemotongan dilakukan pada ruas batang terbawah dengan menyisakan batang sepanjang 5-10 cm.
6. Menghitung Kebutuhan Lahan Rumput
Yang perlu dipersiapkan sebelum memulai memelihara ternak adalah ketersediaan rumput yang dapat memenuhi kebutuhan selama dipelihara. Sebagai contoh :
* Jika jumlah sapi yang dipelihara 10 ekor, maka bobot badan rata-rata 500 kg.
* Kebutuhan rumput per ekor = 10% X 500 kg = 50 kg.
* Kebutuhan rumput/hari = 50 kg X 10 ekor = 500 kg.
* Umur potong rumput 40 hari, kebutuhan selama 40 hari untuk 10 ekor sapi = 40 X 500 kg = 20.000 kg.
* 1 Ha lahan dapat menghasilkan minimal 60.000 kg rumput sekali panen.
* Jadi lahan yang dibutuhkan = 1 Ha / 60.000 kg X 20.000 kg = 0,33 Ha.
7. Komponen Produksi Rumput
a. Lahan (sewa, beli)
b. Bibit (1 ton/Ha – 4 pick up)
c. Pengolahan lahan + tanam
d. Pemupukan (500 kh urea/Ha/Panen)
e. Irigasi (1 X saat kemarau)
f. Pemotongan
g. Transportasi

Contoh perhitungan biaya produksi rumput adalah sebagai berikut :

Biaya produksi rumput :
* Sewa lahan 1 Ha/tahun                  = Rp. 15.000.000,-
* Bibit 500 kg                                         = Rp.     500.000,-
* Pengolahan tanah tanam               = Rp.  1.000.000,-
* Pupuk 6 X 500 kg X Rp. 2.000,- = Rp.  6.000.000,-
* Irigasi 6 X Rp. 100.000                 = Rp.    600.000,-
           Jumlah                                           =  Rp. 23.100.000,-

Produksi/Ha/tahun 350 ton

Jadi Harga / kg rumput = Rp. 23.100.000,- / Rp. 350.000,- = Rp. 66,- (artinya lebih murah).

Semoga dengan penjelasan diatas dapat bermanfaat terutama bagi pemula atau peternak yang tertarik dengan usaha peternakan khususnya sapi potong/sapi perah.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Renungan

Suatu ketika seorang manusia diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan Tuhannya dan berkata, “Tuhan ijinkan saya untuk dapat melihat seperti apakah Neraka dan Surga itu”.

Kemudian Tuhan membimbing manusia itu menuju ke dua buah pintu dan kemudian membiarkannya melihat ke dalam.

Di tengah ruangan terdapat sebuah meja bundar yang sangat besar, dan di tengahnya terdapat semangkok sup yang beraroma sangat lezat yang membuat manusia tersebut mengalir air liurnya. Meja tersebut dikelilingi orang-orang yang kurus yang tampak sangat kelaparan.

Orang-orang itu masing-masing memegang sebuah sendok yang terikat pada tangan masing-masing. Sendok tersebut cukup panjang untuk mencapai mangkok di tengah meja dan mengambil sup yang lezat tadi.

Tapi karena sendoknya terlalu panjang, mereka tidak dapat mencapai mulutnya dengan sendok tadi untuk memakan sup yang terambil.

Si Manusia tadi merinding melihat penderitaan dan kesengsaraan yang dilihatnya dalam ruangan itu.

Tuhan berkata, “Kamu sudah melihat NERAKA”

Lalu mereka menuju ke pintu kedua yang ternyata berisi meja beserta sup dan orang-orang yang kondisinya persis sama dengan ruangan di pintu pertama. Perbedaannya, di dalam ruangan ini orang-orang tersebut berbadan sehat dan berisi dan mereka sangat bergembira di keliling meja tersebut.

Melihat keadaan ini si Manusia menjadi bingung dan berkata “Apa yang terjadi ? kenapa di ruangan yang kondisinya sama ini mereka terlihat lebih bergembira ?”

Tuhan kemudian menjelaskan, “Sangat sederhana, yang dibutuhkan hanyalah satu sifat baik”

“Perhatikan bahwa orang-orang ini dengan ikhlas menyuapi orang lain yang dapat dicapainya dengan sendok bergagang panjang, sedangkan di ruangan lain orang-orang yang serakah hanyalah memikirkan kebutuhan dirinya sendiri”

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya (Teka Teki )

Imam Ghazali = ” Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?
Murid 1 = ” Orang tua ”
Murid 2 = ” Guru ”
Murid 3 = ” Teman ”
Murid 4 = ” Kaum kerabat ”
Imam Ghazali = ” Semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati ( Surah Ali-Imran :185).

Imam Ghazali = ” Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?”
Murid 1 = ” Negeri Cina ”
Murid 2 = ” Bulan ”
Murid 3 = ” Matahari ”
Murid 4 = ” Bintang-bintang ”
Iman Ghazali = ” Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama”.

Iman Ghazali = ” Apa yang paling besar didunia ini ?”
Murid 1 = ” Gunung ”
Murid 2 = ” Matahari ”
Murid 3 = ” Bumi ”
Imam Ghazali = ” Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A’raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.”

IMAM GHAZALI” Apa yang paling berat didunia? ”
Murid 1 = ” Baja ”
Murid 2 = ” Besi ”
Murid 3 = ” Gajah ”
Imam Ghazali = ” Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah.”

Imam Ghazali = ” Apa yang paling ringan di dunia ini ?”
Murid 1 = ” Kapas”
Murid 2 = ” Angin ”
Murid 3 = ” Debu ”
Murid 4 = ” Daun-daun”
Imam Ghazali = ” Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat ”

Imam Ghazali = ” Apa yang paling tajam sekali di dunia ini? ”
Murid- Murid dengan serentak menjawab = ” Pedang ”
Imam Ghazali = ” Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri ”

Posted in Uncategorized | Leave a comment