Rumput Gajah Primadona Bagi Ternak

Oleh :
Pararto Wicaksono, SP
Balai Besar Pelatihan Peternakan – Batu          

 

Untuk mendukung ketersediaan hijauan pakan ternak perlu dipersiapkan lahan rumput sebagai sumber hijauan. Jenis-jenis rumput yang dapat dibudidayakan ada bermacam-macam. Saat ini yang paling banyak dipilih adalah jenis rumput gajah (Pennisetum purpurium) dengan berbagai macaam varietasnya. Rumput yang dipilih tentu saja merupakan jenis rumput yang tinggi produksinya.

          Rumput gajah mempunyai kelebihan antara lain produksi tinggi, dapat mencapai 250 ton/ha/thn dengan kadar protein cukup tinggi, lebih tahan kering dan disukai oleh ternak.
            Rumput gajah mempunyai banyak varietas antara lain varietas Afrika, Hawai, Capricorn, Raja/King Grass, Lampung, Taiwan, dan lain sebagainya.
            Dalam budidaya rumput gajah ini, yang perlu dipersiapkan tahapan-tahapannya adalah sebagai berikut :
1. Persiapan Lahan
Tanaman pakan ternak menghendaki tanah yang gembur dan subur. Tanah yang miskin hara sebaiknya dipupuk terlebih dahulu dengan pupuk kandang. Waktu pengolahan/persiapan lahan sebaiknya pada akhir musim kemarau menjelang musim penghujan.
2. Pengolahan Tanah
Pada tahapan ini yang dilakukan adalah melakukan pembersihan, pembajakan dan penggaruan untuk menggemburkan tanah. Pembersihan dilakukan terhadap pohon-pohonan semak belukar dan alang-alang. Untuk pohon dapat disisakan pada lajur tertentu sebagai peneduh dan penahan kelembaban.
3. Penanaman
Penanaman bibit rumput gajah dapat melalui biji, sobekan rumpun (pols) batang atau stek. Penanaman yang lebih mudah melalui sobekan rumpun dan stek. Pada penggunaan sobekan rumpun dapat diambil 3 – 4 akar rumpun yang ukurannya tidak terlalu kecil. Jarak tanam yang ideal adalah 30 X 50 cm. Apabila batang/stek yang digunakan maka harus dipilih umur batang yang cukup tua (sekitar 2 bulan) dengan jumlah mata ruas 2- 3 buah. Jarak tanam yang dianjurkan adalah 30 x 30 cm dengan posisi batang ditancapkan miring 30˚ untuk mempermudah pertumbuhan akar. Pemupukan dapat dilakukan pada saat umur rumput 2 – 3 minggu menggunakan pupuk Urea dan KCl. Pemupukan berikutnya terus diulang pada umur yang sama setiap kali selesai panen. Dosis pupuk urea yang disarankan  adalah 500 kg/ha.
4. Pemeliharaan
Pemeliharaan berkala dapat dilakukan dengan penyulaman dan penyiangan atau merapikan rumpun yang tumbuh subur di luar jalur tanam. Pengairan dapat dilakukan sebelum pemupukan pada saat kondisi lahan terlalu kering.
5. Pemanenan/pemotongan
Rumput gajah dapat dipanen pada umur 40 hari atau sebelum rumput berbunga. Umumnya pada umur lebih dari 50 hari, rumput akan mulai berbunga dan mengeras batangnya, hal ini harus dihindari karena dapat menurunkan nilai gizi dari rumput yang aan dikonsumsi ternak. Pemotongan dilakukan pada ruas batang terbawah dengan menyisakan batang sepanjang 5-10 cm.
6. Menghitung Kebutuhan Lahan Rumput
Yang perlu dipersiapkan sebelum memulai memelihara ternak adalah ketersediaan rumput yang dapat memenuhi kebutuhan selama dipelihara. Sebagai contoh :
* Jika jumlah sapi yang dipelihara 10 ekor, maka bobot badan rata-rata 500 kg.
* Kebutuhan rumput per ekor = 10% X 500 kg = 50 kg.
* Kebutuhan rumput/hari = 50 kg X 10 ekor = 500 kg.
* Umur potong rumput 40 hari, kebutuhan selama 40 hari untuk 10 ekor sapi = 40 X 500 kg = 20.000 kg.
* 1 Ha lahan dapat menghasilkan minimal 60.000 kg rumput sekali panen.
* Jadi lahan yang dibutuhkan = 1 Ha / 60.000 kg X 20.000 kg = 0,33 Ha.
7. Komponen Produksi Rumput
a. Lahan (sewa, beli)
b. Bibit (1 ton/Ha – 4 pick up)
c. Pengolahan lahan + tanam
d. Pemupukan (500 kh urea/Ha/Panen)
e. Irigasi (1 X saat kemarau)
f. Pemotongan
g. Transportasi

Contoh perhitungan biaya produksi rumput adalah sebagai berikut :

Biaya produksi rumput :
* Sewa lahan 1 Ha/tahun                  = Rp. 15.000.000,-
* Bibit 500 kg                                         = Rp.     500.000,-
* Pengolahan tanah tanam               = Rp.  1.000.000,-
* Pupuk 6 X 500 kg X Rp. 2.000,- = Rp.  6.000.000,-
* Irigasi 6 X Rp. 100.000                 = Rp.    600.000,-
           Jumlah                                           =  Rp. 23.100.000,-

Produksi/Ha/tahun 350 ton

Jadi Harga / kg rumput = Rp. 23.100.000,- / Rp. 350.000,- = Rp. 66,- (artinya lebih murah).

Semoga dengan penjelasan diatas dapat bermanfaat terutama bagi pemula atau peternak yang tertarik dengan usaha peternakan khususnya sapi potong/sapi perah.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s